Arief Yudhawarman

Masih belajar buat blog

Physical to Virtual (Microsoft Windows Server 2003 R2 Standard x64 SP2)

leave a comment »


Latar Belakang

Pada tahun 2011 kantor melakukan instalasi OS Windows Server 2003 R2 Standard x64 Edition SP2 di komputer Super Micro X8DTL-i dengan RAID1. Instalasi Windows Server 2003 (disingkat Win2k3Std) ini agak rumit karena adaptec RAID Controller tidak dikenal oleh Windows jadi untuk instalasi driver adaptec mau tidak mau harus menggunakan floppy disk 3.5 inch.

Beberapa tahun kemudian karena kebutuhan untuk virtualisasi semua perangkat server (windows dan linux) termasuk Server Win2k3Std – yang mempunyai aplikasi bebayar Citrix Presentation Server 4.5 – juga dimigrasikan ke sistem virtual. Untuk keperluan virtualisasi pertama-tama kami menggunakan software HDClone untuk membuat image Server Win2k3Std. Kemudian file image ini direstore sebagai Virtual Machine di Server Proxmox. Booting berhasil menampilkan logo Windows 2003 sampai akhirnya muncul Blue Screen of Death seperti video dan gambar di bawah.



Blue Screen of Death

Blue Screen of Death

Hal ini karena Server Win2k3Std atau Citrix saat booting menggunakan driver adaptec. Maka agar berhasil booting di lingkungan virtual harus terlebih dahulu menonaktifkan atau meng-uninstall driver adaptec. Teknik lain mungkin include driver adaptec di host server virtual namun penulis tidak akan membahasnya di sini.

Beberapa referensi yang membahas bagaimana disable driver tertentu saat windows booting dan teknik migrasi physical to virtual:


Persiapan

Instalasi Windows Server 2003 sebagai recovery tool

Migrasi physical ke virtual dilakukan secara offline dengan menggunakan tool yang free dan kemauan keras untuk belajar ilmu baru 😉

Download atau cari ISO Windows Server 2003 Enterprise x64 Edition SP 2 (disingkat Win2k3Ent) yang akan digunakan sebagai recovery tool. Kita tidak akan menggunakan MSDaRT, Hirens atau sembarang CD Recovery. Dan saat instalasi Windows Server 2003 tidak memerlukan serial key saat instalasi (baca: skip saat ditanyakan serial key).

Dan yang kedua tentu instal Xen Hypervisor dahulu (Instalasi Xen Hypervisor pada Debian Wheezy). Selesai instal berikut ini tahapannya:

  • Simpan file ISO Win2k3Ent yang telah didownload tadi di /SRC/ISO/Windows.Server.2003.x64.iso
  • Buat LVM win2003x64sp2 dengan size harddisk 5G
    lvcreate -L5G -nwin2003x64sp2 vg0
    

  • Buat file konfigurasi /etc/xen/win2003x64sp2.cfg

    #
    # Microsoft Windows Server 2003 Enterprise x64 Edition SP 2
    #
    
    kernel = '/usr/lib/xen-4.1/boot/hvmloader'
    builder= 'hvm'
    memory = 1024
    vcpus  = 1
    name   = 'win2003x64sp2'
    vif    = ['bridge=xenbr0,mac=00:16:3e:07:e0:8b']
    disk   = [
               'phy:/dev/vg0/win2003x64sp2,hda,w',
               'file:/SRC/ISO/Windows.Server.2003.x64.iso,hdc:cdrom,r'
             ]
    acpi = 1
    device_model_version = 'qemu-xen-traditional'
    boot="d"
    vfb = [ 'type=vnc,vncdisplay=1,vnclisten=0.0.0.0,vncpasswd=password' ]
    usb=1
    usbdevice='tablet'
    monitor=1
    on_poweroff = 'destroy'
    on_reboot   = 'destroy'
    on_crash    = 'destroy'
    
  • Eksekusi perintah di bawah untuk mulai instalasi Win2k3Ent
    xm create /etc/xen/win2003x64sp2.cfg
    

    Saat instal lompati bagian untuk memasukkan serial number.

  • Usai instalasi dan booting ke Win2k3Ent, instal gpl driver untuk Windows 2003 x64 (gplpv_2003x64_signed_0.11.0.373_debug.msi)
  • Selesai instal gpl driver shutdown server win2k3Ent.


Menentukan kapasitas harddisk terpakai Server Citrix

Lepas salah satu harddisk Server Citrix (saat instalasi menggunakan RAID1 ada dua harddisk yang terpasang). Letakkan harddisk tersebut di harddisk docking dan konekkan ke Server Xen Hypervisor. Kemudian cek dengan perintah dmesg.

[2414280.110125] sd 6:0:0:0: Attached scsi generic sg3 type 0
[2414284.391306] sd 6:0:0:0: [sdc] Spinning up disk....ready
[2414285.392687] sd 6:0:0:0: [sdc] 1953525168 512-byte logical blocks: (1.00 TB/931 GiB)
[2414285.393306] sd 6:0:0:0: [sdc] Write Protect is off
[2414285.393310] sd 6:0:0:0: [sdc] Mode Sense: 23 00 00 00
[2414285.393933] sd 6:0:0:0: [sdc] No Caching mode page found
[2414285.394017] sd 6:0:0:0: [sdc] Assuming drive cache: write through
[2414285.396436] sd 6:0:0:0: [sdc] No Caching mode page found
[2414285.396525] sd 6:0:0:0: [sdc] Assuming drive cache: write through
[2414285.424449]  sdc: sdc1 sdc2
[2414285.427557] sd 6:0:0:0: [sdc] No Caching mode page found
[2414285.427646] sd 6:0:0:0: [sdc] Assuming drive cache: write through
[2414285.427755] sd 6:0:0:0: [sdc] Attached SCSI disk


Mount harddisk Server Citrix dan cari besar size harddisk terpakai.

root@xenhost:~# fdisk -l /dev/sdc

Disk /dev/sdc: 1000.2 GB, 1000204886016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 121601 cylinders, total 1953525168 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0xe2cee2ce

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdc1   *          63   716804234   358402086    7  HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sdc2       716804235  1953246959   618221362+   7  HPFS/NTFS/exFAT

root@xenhost:~# mount.ntfs -o ro /dev/sdc1 /mnt/tmp
root@xenhost:~# df -h /mnt/tmp
Filesystem      Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/sdc1       342G   12G  331G   4% /mnt/tmp
root@xenhost:~# umount /mnt/tmp

Ternyata size harddisk yang terpakai adalah 12G.

Buat LVM dengan size 50G untuk Virtual Citrix

Kita buat LVM dengan size 50G untuk Server Citrix yang akan dijalankan di lingkungan virtual (KVM).

lvcreate -L50G -ncitrix1 vg0


Edit file win2003x64sp2.cfg untuk Persiapan Migrasi P2V

Edit file /etc/xen/win2003x64sp2.cfg dan tambahkan beberapa device serta ubah boot order ke c (hda):

  • /dev/sdc1 (harddisk Server Citrix) akan dimount read only sebagai drive d (hdb).
  • /dev/vg0/citrix1 (LVM Server Citrix Virtual) akan dimount read & write sebagai drive e (hdc).
  • Ubah boot order ke c (hda)
...
disk   = [
           'phy:/dev/vg0/win2003x64sp2,hda,w',
           'phy:/dev/sdc1,hdb,r',
           'phy:/dev/vg0/citrix1,hdc,w'
         ]
boot="c"
...

Kemudian hidupkan Server Virtual Win2k3Ent.

xm create /etc/xen/win2003x64sp2.cfg

Windows secara otomatis akan mendeteksi hardware baru dan instal driver yang sesuai.

Physical to Virtual Migration

Format LVM citrix1 (Drive E)

Buka Computer management lalu klik disk management. Pilih disk1 (harddisk Server Citrix) lalu set sebagai drive D.

Assign Drive D untuk Server Citrix

Assign Drive D untuk Server Citrix



Assign Drive D untuk Server Citrix

Assign Drive D untuk Server Citrix



Pilih disk2 (harddisk Server Citrix Virtual) lalu format dan assign drive letter E. Lalu mark partisi E sebagai active.

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E



Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E



Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E



Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E



Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E



Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E

Format Server Citrix Virtual dan Assign Drive E



Copy isi Server Citrix ke Drive E

Buka dos prompt atau command prompt, pindah ke direktori C:\> dan buat file exclude.txt:

"D:\System Volume Information\" 

Lalu eksekusi perintah ini di command prompt.

xcopy d: e: /s /e /h /k /o /c /d /exclude:exclude.txt

Copy Server Citrix ke Server Citrix Virtual

Copy Server Citrix ke Server Citrix Virtual



Copy Server Citrix ke Server Citrix Virtual

Copy Server Citrix ke Server Citrix Virtual


Load Registry Server Citrix Virtual dan Edit Registry

Sebelum melakukan edit registry Server Citrix Virtual download file registry mergeide.reg agar Windows bisa mengenal IDE controller dan download file registry servicesoff.adptahci.reg untuk men-disable driver adaptec dari booting.

Eksekusi regedit then pilih HKEY_LOCAL_MACHINE (HKLM).

Registry Editor: HKEY_LOCAL_MACHINE

Registry Editor: HKEY_LOCAL_MACHINE

Lalu load Windows Registry hive E:\WINDOWS\system32\config\system. Ini adalah registry Server Citrix Virtual. Beri nama temp1 untuk key name.

Load Windows Registry hive “E:\WINDOWS\system32\config\system”

Load Windows Registry hive “E:\WINDOWS\system32\config\system”



Load Windows Registry hive “E:\WINDOWS\system32\config\system”

Load Windows Registry hive “E:\WINDOWS\system32\config\system”



Key Name temp1

Key Name temp1

Lalu merge file registry mergeide.reg untuk support IDE controller dan servicesoff.adptahci.reg untuk men-nonaktif-kan support driver adaptec.

Merge registry mergeide.reg to enable support for IDE controller

Merge registry mergeide.reg to enable support for IDE controller



Merge  registry mergeide.reg to enable support for IDE controller

Merge registry mergeide.reg to enable support for IDE controller

Sementara key HKLM\temp1 masih dipilih lakukan unload hive.

Confirm Unload Hive

Confirm Unload Hive


Copy Device Drivers ke Server Citrix Virtual

Copy file: Atapi.sys, Intelide.sys, Pciide.sys, dan Pciidex.sys ke E:\Windows\system32\drivers\. Cari file-file tadi melalui menu Search atau dari:

  • D:\WINDOWS\system32\drivers
  • D:\WINDOWS\Driver Cache\amd64\driver.cab
  • D:\WINDOWS\Driver Cache\amd64\sp2.cab

Copy file Atapi.sys, Intelide.sys, Pciide.sys, & Pciidex.sys

Copy file Atapi.sys, Intelide.sys, Pciide.sys, & Pciidex.sys



Kemudian buka Computer Management / Disk Management lalu set drive E sebagai active partition. Shutdown.


Booting Server Citrix Virtual

Buat file /etc/xen/citrix1.cfg

kernel = '/usr/lib/xen-4.1/boot/hvmloader'
builder= 'hvm'
memory = 4096
vcpus  = 2
name   = 'citrix1'
vif    = ['bridge=xenbr0,mac=00:16:3e:07:e0:8b']
disk   = ['phy:/dev/vg0/citrix1,hdc,w']
acpi = 1
device_model_version = 'qemu-xen-traditional'
boot="c"
vfb = [ 'type=vnc,vncdisplay=2,vnclisten=0.0.0.0,vncpasswd=password' ]
usb=1
usbdevice='tablet'
monitor=1
on_poweroff = 'destroy'
on_reboot   = 'restart'
on_crash    = 'destroy'

Setelah login ke server melalui koneksi VNC set resolusi layar ke 800×600 dan instal gpl driver.

Welcome to Windows Server 2003

Welcome to Windows Server 2003



System Properties Windows Server 2003

System Properties Windows Server 2003



System Properties Windows Server 2003

System Properties Windows Server 2003


Power settings

Agar Server Virtual melakukan shutdown cleanly karena event shutdown dari Server Host maka lakukan langkah berikut:

  • Enable (Start -> Run -> secpol.msc -> “Security Settings\Local Policies\Security Options”)
    • “Shutdown: Allow system to be shut down without having to log on”.
    • “Interactive logon: Do not require CTRL+ALT+DEL”
  • Disable logon screen screensaver using regedit

    [HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop]
    "ScreenSaveActive"="0"
    


Advertisements

Written by awarmanf

March 27, 2018 at 6:52 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: